Laporan Riset Security System Global — 2026-09-17
Perkembangan publik utama hingga 16 September 2026.
Temuan utama
Diurutkan menurut prioritas tindakan.
P0 — Segera, hari ini
- Identifikasi seluruh vCenter dan status patch-nya.
- Jika belum diperbaiki, isolasi vCenter dari internet dan jaringan pengguna umum; izinkan hanya dari management subnet/jump host.
- Terapkan patch Broadcom untuk CVE-2026-59310 dan CVE-2026-59309 sesuai matriks versi.
- Terapkan Microsoft September 2026 updates, dengan prioritas:
- CVE-2026-85880
- CVE-2026-81963
- Jika vCenter pernah terekspos publik atau terdapat indikasi serangan:
- Ambil salinan log sebelum rotasi.
- Periksa akun dan token baru.
- Tinjau proses serta koneksi outbound.
- Rotasi kredensial administratif dari perangkat yang bersih.
- Pertimbangkan bantuan DFIR sebelum melakukan pembersihan agresif.
P1 — Dalam 24 jam
- Cari indikator berikut pada vCenter dan jaringan:
- Reverse SSH atau tunnel outbound yang tidak disetujui.
- Koneksi ke alamat IP asing yang tidak biasa.
- Modifikasi service, task, akun, role, atau konfigurasi Syslog.
- Aktivitas administratif di luar jam operasional.
- Pastikan backup tidak dapat diubah atau dihapus oleh akun produksi.
- Validasi patch Windows pada server kritis, domain controller, endpoint administrator, dan laptop yang memiliki akses privileged.
- Aktifkan atau perketat alert untuk:
- Penambahan akun privileged.
- Perubahan group membership.
- Pembuatan OAuth application.
- Login administrator dari perangkat baru.
- Eksekusi remote-management tool yang tidak disetujui.
P2 — Dalam 7 hari
- Buat inventaris terukur untuk aset internet-facing, hypervisor, VPN, identity provider, dan management plane.
- Terapkan prinsip least privilege dan MFA tahan phishing.
- Uji pemulihan backup VM secara berkala.
- Pisahkan jaringan management, backup, produksi, dan workstation administrator.
- Masukkan CISA KEV sebagai sumber wajib dalam SLA patching internal.
5. Hal yang belum pasti
- CISA belum mempublikasikan rincian lengkap mengenai nama kelompok ransomware, korban, metode akses, dan indikator kompromi untuk CVE-2026-59310.
- Jumlah lebih dari 361 IP yang dikompromikan berasal dari laporan DFIR pihak ketiga; tidak dapat disamakan dengan jumlah organisasi atau korban unik.
- Jumlah vCenter yang masih terekspos bukan ukuran langsung jumlah sistem yang rentan, karena status patch tiap instance tidak diketahui.
- Belum ditemukan bukti publik terverifikasi bahwa kampanye tersebut secara spesifik menargetkan organisasi Indonesia.
- Untuk CVE Windows, Microsoft mengonfirmasi eksploitasi terdeteksi, tetapi detail teknis kampanye dan aktor tidak dipublikasikan secara lengkap.
6. Verifikasi database laporan
Script impor telah dijalankan:
DB=/opt/data/security-report/security_reports.db
files_found=13 imported=0
reports=10
findings=107
vulnerabilities=43
sources=85
report_runs=13
Database berhasil diproses. Jumlah laporan tidak turun dari 10; tidak ada file baru yang perlu diimpor pada saat eksekusi.
A. VMware vCenter — CVE-2026-59310
- Produk: VMware vCenter Server / produk Broadcom terkait.
- Komponen: Syslog server.
- Jenis: Directory traversal yang dapat berujung pada arbitrary code execution.
- Akses yang diperlukan: Akses jaringan ke vCenter; menurut Broadcom, tidak memerlukan autentikasi.
- CVSS: 9.8 Critical —
AV:N/AC:L/PR:N/UI:N/S:U/C:H/I:H/A:H. - Status eksploitasi:
- Sudah berada dalam CISA KEV.
- Pada 15 September, CISA dilaporkan memperbarui statusnya sebagai digunakan oleh kelompok ransomware, selain eksploitasi sebelumnya oleh aktor yang diduga berafiliasi dengan China.
- QUIRSO sebelumnya melaporkan lebih dari 361 alamat IP di 47 negara yang diduga telah dikompromikan. Angka ini berasal dari laporan pihak ketiga dan bukan ukuran pasti seluruh korban.
- Vendor: Broadcom menerbitkan perbaikan pada 29 Juli 2026 dan menyatakan tidak ada workaround yang setara dengan patch.
- Versi perbaikan utama:
- vCenter 9.1: 9.1.0.0300
- vCenter 9.0: 9.0.2.0100
- vCenter 8.0: 8.0 U3k atau 8.0 U2f, sesuai jalur rilis.
- Risiko operasional: Kompromi vCenter dapat memberi penyerang kendali luas terhadap infrastruktur virtualisasi dan menjadi titik awal ransomware terhadap banyak VM.
Sumber:
- Broadcom VMSA-2026-0006.2 ↗ — diterbitkan 29 Juli, diperbarui 19 Agustus 2026.
- NVD — CVE-2026-59310 ↗ — status KEV dan CVSS vendor.
- CISA KEV Catalog ↗.
- BleepingComputer, 15 September 2026 ↗.
B. Windows ALPC — CVE-2026-85880
- Produk: Microsoft Windows.
- Jenis: Heap-based buffer overflow pada Advanced Local Procedure Call.
- Dampak: Local privilege escalation hingga SYSTEM.
- CVSS: 7.8 High.
- Status: Microsoft mencantumkan “Exploitation Detected”; CVE juga tercatat dalam CISA KEV.
- Prasyarat: Penyerang memerlukan akses lokal berhak rendah atau eksekusi kode awal. Celah ini dapat digunakan untuk meningkatkan dampak setelah foothold awal diperoleh.
Sumber:
C. Windows Update Stack — CVE-2026-81963
- Produk: Windows Update Stack.
- Jenis: Improper link resolution / link-following flaw.
- Dampak: Local privilege escalation hingga SYSTEM.
- CVSS: 7.8 High.
- Status: Microsoft mencantumkan “Exploitation Detected”; tercatat dalam CISA KEV.
- Risiko: Dapat mengubah akses lokal yang terbatas menjadi kontrol penuh atas endpoint atau server Windows.
Sumber:
D. Microsoft September 2026 Patch Tuesday
Microsoft menyatakan rilis September mencakup:
- 975 CVE Microsoft.
- Windows: 724 kerentanan.
- Office: 111 kerentanan.
- SQL Server: 62 kerentanan.
- Exchange Server: 9 kerentanan.
- Azure: 12 kerentanan.
- SharePoint Server: 16 kerentanan.
Tiga item utama yang ditandai Microsoft:
- CVE-2026-85880 — exploitation detected.
- CVE-2026-81963 — exploitation detected.
- CVE-2026-85921 — out-of-band release, Secure Kernel Mode.
Catatan: Jumlah CVE dapat berbeda antar-publikasi pihak ketiga tergantung apakah CVE non-Microsoft dan komponen terkait ikut dihitung. Untuk inventaris patch, gunakan daftar dan KB resmi Microsoft.
2. Kampanye malware, ransomware, dan aktivitas ancaman
Ransomware menargetkan VMware vCenter
Fakta terkonfirmasi: CISA memperbarui status CVE-2026-59310 sebagai digunakan oleh kelompok ransomware. Detail mengenai nama kelompok, akses awal tiap korban, dan teknik pemerasan belum dipublikasikan secara lengkap.
Analisis: vCenter sangat menarik bagi operator ransomware karena satu kompromi dapat memengaruhi banyak VM sekaligus. Selain enkripsi, penyerang berpotensi:
- Mengganggu backup dan snapshot.
- Mengubah konfigurasi VM atau jaringan virtual.
- Membuat akun administratif baru.
- Menghapus atau memanipulasi log.
- Menggunakan vCenter sebagai pivot menuju jaringan internal.
Aktivitas China-nexus terhadap vCenter
Laporan DFIR yang dirujuk NVD dan media keamanan menyebut eksploitasi sebelumnya digunakan untuk memasang reverse SSH dan mempertahankan akses. Atribusi terhadap aktor tertentu masih bersifat penilaian pihak ketiga, bukan konfirmasi lengkap dari CISA.
WebDAV infection chain — UAT-10820
Cisco Talos pada 10 September melaporkan rantai infeksi WebDAV yang dikaitkan dengan aktor UAT-10820 dan organisasi pemerintah Ukraina. Payload yang diamati mencakup:
- Amatera stealer
- ZigCryptoStealer
- NetSupport Manager
Laporan ini bukan temuan baru dalam 24–48 jam terakhir, tetapi relevan untuk organisasi yang menerima dokumen atau tautan dari sumber tidak tepercaya, terutama karena menggunakan kombinasi social engineering, loader, stealer, dan remote-management tooling.
Sumber: Cisco Talos Threat Source, 10 September 2026 ↗.
3. Dampak berdasarkan area
Linux dan hypervisor
- Linux VM dan ESXi dapat menjadi target lanjutan setelah vCenter dikompromikan.
- Periksa akun SSH baru,
authorized_keys, service systemd yang tidak dikenal, cron, dan koneksi outbound dari appliance manajemen. - Jangan mengekspos antarmuka administrasi vCenter atau hypervisor langsung ke internet.
Windows dan Active Directory
- Terapkan patch September 2026 sesegera mungkin, terutama pada endpoint dan server yang menerima file atau menjalankan aplikasi berisiko.
- Dua EoP Windows yang dieksploitasi dapat mengubah foothold lokal menjadi SYSTEM.
- Prioritaskan domain controller, jump server, server file, server aplikasi, dan endpoint administrator.
Cloud dan identity
- Tinjau penggunaan akun istimewa, token sesi, service principal, dan akses API setelah insiden endpoint.
- Pastikan MFA tahan phishing untuk akun administrator.
- Audit perubahan role, pembuatan OAuth application, consent baru, dan aktivitas login dari lokasi atau perangkat yang tidak biasa.
Website dan API
- Walaupun temuan utama hari ini bukan bug aplikasi web baru, kompromi endpoint admin atau server virtualisasi dapat berdampak langsung pada website/API.
- Pisahkan panel admin, gunakan VPN atau zero-trust access, dan batasi akses management plane berdasarkan IP serta identitas.
Organisasi Indonesia
Risiko paling relevan:
- Perusahaan hosting, data center, managed service provider, dan organisasi yang menjalankan VMware.
- Perusahaan yang mengekspos vCenter, VPN, RDP, panel backup, atau portal admin ke internet.
- Organisasi dengan fleet Windows besar tetapi patch management tidak terpusat.
- Instansi atau perusahaan yang memakai akun administrator bersama.
- Penyedia layanan digital yang memiliki akses lintas pelanggan; kompromi satu management plane dapat menimbulkan dampak multi-tenant.
4. Tindakan yang disarankan
Sumber utama bertanggal
- Microsoft — September 2026 Security Updates, 16 September 2026 ↗
- Microsoft — CVE-2026-85880 ↗
- Microsoft — CVE-2026-81963 ↗
- Broadcom — VMSA-2026-0006.2 ↗
- NVD — CVE-2026-59310 ↗
- CISA Known Exploited Vulnerabilities Catalog ↗
- BleepingComputer — VMware vCenter ransomware exploitation, 15 September 2026 ↗
- Cisco Talos — WebDAV infection chain/UAT-10820, 10 September 2026 ↗
To stop or manage this job, send me a new message (e.g. "stop reminder Laporan Harian Global Security Intelligence").
Tanggal: 17 September 2026, 07.00 WIB
Cakupan: Perkembangan publik utama hingga 16 September 2026.
Prioritas: Kerentanan yang dieksploitasi aktif, ransomware, Windows enterprise, virtualisasi, cloud, dan supply chain.
Ringkasan eksekutif
- Prioritas tertinggi: VMware vCenter CVE-2026-59310 kini dikaitkan dengan operasi ransomware. CISA memperbarui statusnya sebagai kerentanan yang digunakan dalam kampanye ransomware; celah ini memiliki CVSS 9.8 dan memungkinkan eksekusi kode tanpa autentikasi jika penyerang memiliki akses jaringan ke vCenter.
- Microsoft merilis Security Updates September 2026 pada 16 September, mencakup 975 CVE. Dua kerentanan Windows disebut Microsoft sebagai telah mengalami eksploitasi: CVE-2026-85880 dan CVE-2026-81963, keduanya memungkinkan eskalasi hak akses lokal hingga SYSTEM.
- Permukaan serangan virtualisasi tetap sangat berisiko. vCenter merupakan titik kendali banyak VM; kompromi vCenter dapat membuka jalur ke host, mesin virtual, kredensial, backup, dan jaringan internal.
- Tidak ada bukti publik terverifikasi dalam 24–48 jam terakhir mengenai eksploitasi baru yang secara spesifik menargetkan organisasi Indonesia. Namun, sistem Windows, VMware, Exchange, cloud identity, VPN, dan panel administrasi yang terekspos internet tetap berisiko tinggi.
- Tindakan paling mendesak: patch atau isolasi vCenter, terapkan Microsoft September 2026 updates, validasi apakah aset pernah diekspos, dan lakukan threat hunting untuk aktivitas reverse SSH, akun baru, perubahan konfigurasi, serta akses tidak wajar ke hypervisor.
1. Kerentanan baru atau aktif dieksploitasi
A. VMware vCenter — CVE-2026-59310
- Produk: VMware vCenter Server / produk Broadcom terkait.
- Komponen: Syslog server.
- Jenis: Directory traversal yang dapat berujung pada arbitrary code execution.
- Akses yang diperlukan: Akses jaringan ke vCenter; menurut Broadcom, tidak memerlukan autentikasi.
- CVSS: 9.8 Critical —
AV:N/AC:L/PR:N/UI:N/S:U/C:H/I:H/A:H. - Status eksploitasi:
- Sudah berada dalam CISA KEV.
- Pada 15 September, CISA dilaporkan memperbarui statusnya sebagai digunakan oleh kelompok ransomware, selain eksploitasi sebelumnya oleh aktor yang diduga berafiliasi dengan China.
- QUIRSO sebelumnya melaporkan lebih dari 361 alamat IP di 47 negara yang diduga telah dikompromikan. Angka ini berasal dari laporan pihak ketiga dan bukan ukuran pasti seluruh korban.
- Vendor: Broadcom menerbitkan perbaikan pada 29 Juli 2026 dan menyatakan tidak ada workaround yang setara dengan patch.
- Versi perbaikan utama:
- vCenter 9.1: 9.1.0.0300
- vCenter 9.0: 9.0.2.0100
- vCenter 8.0: 8.0 U3k atau 8.0 U2f, sesuai jalur rilis.
- Risiko operasional: Kompromi vCenter dapat memberi penyerang kendali luas terhadap infrastruktur virtualisasi dan menjadi titik awal ransomware terhadap banyak VM.
Sumber:
- Broadcom VMSA-2026-0006.2 ↗ — diterbitkan 29 Juli, diperbarui 19 Agustus 2026.
- NVD — CVE-2026-59310 ↗ — status KEV dan CVSS vendor.
- CISA KEV Catalog ↗.
- BleepingComputer, 15 September 2026 ↗.
B. Windows ALPC — CVE-2026-85880
- Produk: Microsoft Windows.
- Jenis: Heap-based buffer overflow pada Advanced Local Procedure Call.
- Dampak: Local privilege escalation hingga SYSTEM.
- CVSS: 7.8 High.
- Status: Microsoft mencantumkan “Exploitation Detected”; CVE juga tercatat dalam CISA KEV.
- Prasyarat: Penyerang memerlukan akses lokal berhak rendah atau eksekusi kode awal. Celah ini dapat digunakan untuk meningkatkan dampak setelah foothold awal diperoleh.
Sumber:
- Microsoft MSRC — CVE-2026-85880 ↗.
- CVE.org Record ↗.
- NVD — CVE-2026-85880 ↗.
- Microsoft September 2026 Release Notes ↗.
C. Windows Update Stack — CVE-2026-81963
- Produk: Windows Update Stack.
- Jenis: Improper link resolution / link-following flaw.
- Dampak: Local privilege escalation hingga SYSTEM.
- CVSS: 7.8 High.
- Status: Microsoft mencantumkan “Exploitation Detected”; tercatat dalam CISA KEV.
- Risiko: Dapat mengubah akses lokal yang terbatas menjadi kontrol penuh atas endpoint atau server Windows.
Sumber:
- Microsoft MSRC — CVE-2026-81963 ↗.
- CVE.org Record ↗.
- NVD — CVE-2026-81963 ↗.
- Microsoft September 2026 Release Notes ↗.
D. Microsoft September 2026 Patch Tuesday
Microsoft menyatakan rilis September mencakup:
- 975 CVE Microsoft.
- Windows: 724 kerentanan.
- Office: 111 kerentanan.
- SQL Server: 62 kerentanan.
- Exchange Server: 9 kerentanan.
- Azure: 12 kerentanan.
- SharePoint Server: 16 kerentanan.
Tiga item utama yang ditandai Microsoft:
- CVE-2026-85880 — exploitation detected.
- CVE-2026-81963 — exploitation detected.
- CVE-2026-85921 — out-of-band release, Secure Kernel Mode.
Catatan: Jumlah CVE dapat berbeda antar-publikasi pihak ketiga tergantung apakah CVE non-Microsoft dan komponen terkait ikut dihitung. Untuk inventaris patch, gunakan daftar dan KB resmi Microsoft.
2. Kampanye malware, ransomware, dan aktivitas ancaman
Ransomware menargetkan VMware vCenter
Fakta terkonfirmasi: CISA memperbarui status CVE-2026-59310 sebagai digunakan oleh kelompok ransomware. Detail mengenai nama kelompok, akses awal tiap korban, dan teknik pemerasan belum dipublikasikan secara lengkap.
Analisis: vCenter sangat menarik bagi operator ransomware karena satu kompromi dapat memengaruhi banyak VM sekaligus. Selain enkripsi, penyerang berpotensi:
- Mengganggu backup dan snapshot.
- Mengubah konfigurasi VM atau jaringan virtual.
- Membuat akun administratif baru.
- Menghapus atau memanipulasi log.
- Menggunakan vCenter sebagai pivot menuju jaringan internal.
Aktivitas China-nexus terhadap vCenter
Laporan DFIR yang dirujuk NVD dan media keamanan menyebut eksploitasi sebelumnya digunakan untuk memasang reverse SSH dan mempertahankan akses. Atribusi terhadap aktor tertentu masih bersifat penilaian pihak ketiga, bukan konfirmasi lengkap dari CISA.
WebDAV infection chain — UAT-10820
Cisco Talos pada 10 September melaporkan rantai infeksi WebDAV yang dikaitkan dengan aktor UAT-10820 dan organisasi pemerintah Ukraina. Payload yang diamati mencakup:
- Amatera stealer
- ZigCryptoStealer
- NetSupport Manager
Laporan ini bukan temuan baru dalam 24–48 jam terakhir, tetapi relevan untuk organisasi yang menerima dokumen atau tautan dari sumber tidak tepercaya, terutama karena menggunakan kombinasi social engineering, loader, stealer, dan remote-management tooling.
Sumber: Cisco Talos Threat Source, 10 September 2026 ↗.
3. Dampak berdasarkan area
Linux dan hypervisor
- Linux VM dan ESXi dapat menjadi target lanjutan setelah vCenter dikompromikan.
- Periksa akun SSH baru,
authorized_keys, service systemd yang tidak dikenal, cron, dan koneksi outbound dari appliance manajemen. - Jangan mengekspos antarmuka administrasi vCenter atau hypervisor langsung ke internet.
Windows dan Active Directory
- Terapkan patch September 2026 sesegera mungkin, terutama pada endpoint dan server yang menerima file atau menjalankan aplikasi berisiko.
- Dua EoP Windows yang dieksploitasi dapat mengubah foothold lokal menjadi SYSTEM.
- Prioritaskan domain controller, jump server, server file, server aplikasi, dan endpoint administrator.
Cloud dan identity
- Tinjau penggunaan akun istimewa, token sesi, service principal, dan akses API setelah insiden endpoint.
- Pastikan MFA tahan phishing untuk akun administrator.
- Audit perubahan role, pembuatan OAuth application, consent baru, dan aktivitas login dari lokasi atau perangkat yang tidak biasa.
Website dan API
- Walaupun temuan utama hari ini bukan bug aplikasi web baru, kompromi endpoint admin atau server virtualisasi dapat berdampak langsung pada website/API.
- Pisahkan panel admin, gunakan VPN atau zero-trust access, dan batasi akses management plane berdasarkan IP serta identitas.
Organisasi Indonesia
Risiko paling relevan:
- Perusahaan hosting, data center, managed service provider, dan organisasi yang menjalankan VMware.
- Perusahaan yang mengekspos vCenter, VPN, RDP, panel backup, atau portal admin ke internet.
- Organisasi dengan fleet Windows besar tetapi patch management tidak terpusat.
- Instansi atau perusahaan yang memakai akun administrator bersama.
- Penyedia layanan digital yang memiliki akses lintas pelanggan; kompromi satu management plane dapat menimbulkan dampak multi-tenant.
4. Tindakan yang disarankan
P0 — Segera, hari ini
- Identifikasi seluruh vCenter dan status patch-nya.
- Jika belum diperbaiki, isolasi vCenter dari internet dan jaringan pengguna umum; izinkan hanya dari management subnet/jump host.
- Terapkan patch Broadcom untuk CVE-2026-59310 dan CVE-2026-59309 sesuai matriks versi.
- Terapkan Microsoft September 2026 updates, dengan prioritas:
- CVE-2026-85880
- CVE-2026-81963
- Jika vCenter pernah terekspos publik atau terdapat indikasi serangan:
- Ambil salinan log sebelum rotasi.
- Periksa akun dan token baru.
- Tinjau proses serta koneksi outbound.
- Rotasi kredensial administratif dari perangkat yang bersih.
- Pertimbangkan bantuan DFIR sebelum melakukan pembersihan agresif.
P1 — Dalam 24 jam
- Cari indikator berikut pada vCenter dan jaringan:
- Reverse SSH atau tunnel outbound yang tidak disetujui.
- Koneksi ke alamat IP asing yang tidak biasa.
- Modifikasi service, task, akun, role, atau konfigurasi Syslog.
- Aktivitas administratif di luar jam operasional.
- Pastikan backup tidak dapat diubah atau dihapus oleh akun produksi.
- Validasi patch Windows pada server kritis, domain controller, endpoint administrator, dan laptop yang memiliki akses privileged.
- Aktifkan atau perketat alert untuk:
- Penambahan akun privileged.
- Perubahan group membership.
- Pembuatan OAuth application.
- Login administrator dari perangkat baru.
- Eksekusi remote-management tool yang tidak disetujui.
P2 — Dalam 7 hari
- Buat inventaris terukur untuk aset internet-facing, hypervisor, VPN, identity provider, dan management plane.
- Terapkan prinsip least privilege dan MFA tahan phishing.
- Uji pemulihan backup VM secara berkala.
- Pisahkan jaringan management, backup, produksi, dan workstation administrator.
- Masukkan CISA KEV sebagai sumber wajib dalam SLA patching internal.
5. Hal yang belum pasti
- CISA belum mempublikasikan rincian lengkap mengenai nama kelompok ransomware, korban, metode akses, dan indikator kompromi untuk CVE-2026-59310.
- Jumlah lebih dari 361 IP yang dikompromikan berasal dari laporan DFIR pihak ketiga; tidak dapat disamakan dengan jumlah organisasi atau korban unik.
- Jumlah vCenter yang masih terekspos bukan ukuran langsung jumlah sistem yang rentan, karena status patch tiap instance tidak diketahui.
- Belum ditemukan bukti publik terverifikasi bahwa kampanye tersebut secara spesifik menargetkan organisasi Indonesia.
- Untuk CVE Windows, Microsoft mengonfirmasi eksploitasi terdeteksi, tetapi detail teknis kampanye dan aktor tidak dipublikasikan secara lengkap.
6. Verifikasi database laporan
Script impor telah dijalankan:
DB=/opt/data/security-report/security_reports.db
files_found=13 imported=0
reports=10
findings=107
vulnerabilities=43
sources=85
report_runs=13
Database berhasil diproses. Jumlah laporan tidak turun dari 10; tidak ada file baru yang perlu diimpor pada saat eksekusi.
Sumber utama bertanggal
- Microsoft — September 2026 Security Updates, 16 September 2026 ↗
- Microsoft — CVE-2026-85880 ↗
- Microsoft — CVE-2026-81963 ↗
- Broadcom — VMSA-2026-0006.2 ↗
- NVD — CVE-2026-59310 ↗
- CISA Known Exploited Vulnerabilities Catalog ↗
- BleepingComputer — VMware vCenter ransomware exploitation, 15 September 2026 ↗
- Cisco Talos — WebDAV infection chain/UAT-10820, 10 September 2026 ↗
To stop or manage this job, send me a new message (e.g. "stop reminder Laporan Harian Global Security Intelligence").
Sumber
- CISA ↗
- Microsoft ↗
- Microsoft ↗
- Microsoft ↗
- NVD ↗
- NVD ↗
- https://support.broadcom.com/web/ecx/support-content-notification/-/external/content/SecurityAdvisories/0/38017 ↗
- NVD ↗
- CISA ↗
- https://www.bleepingcomputer.com/news/security/cisa-critical-vmware-vcenter-rce-flaw-now-exploited-by-ransomware-gangs ↗
- https://www.cve.org/CVERecord?id=CVE-2026-85880 ↗
- https://www.cve.org/CVERecord?id=CVE-2026-81963 ↗
- https://blog.talosintelligence.com/weve-got-one-word-for-it-and-its-usually-the-wrong-one ↗